Penulisan Di, Ke, Dari, 3 Kata yang Bisa Menjadi Masalah
Mumpung dalam suasana Ramadan, sambil mengucapkan selamat menjalankan ibadah di bulan puasa, saya ingin menyampaikan sebuah cerita unik.
Dahulu, sebuah percakapan di media sosial pernah ramai hanya gara-gara tulisan dalam sebuah kalimat. Konon, ada seseorang yang juga seorang muslim, menulis seperti berikut ini: “Ibadah salat boleh di langgar!”
Tak butuh waktu lama, tulisan tersebut langsung menuai cercaan. Sebagian mengatakan kalimat itu tidak sopan, ada pula yang mengatakan bahwa orang yang menulis tidak menghormati agama lain, bahkan sampai ada yang mengutuk sang penulis. Padahal, kalau mau sabar dan teliti, sesungguhnya tidak ada yang salah dengan kalimat tersebut.
Mari kita telaah....
Langgar adalah masjid kecil tempat mengaji atau tempat salat bagi umat muslim. Langgar biasa juga dikenal dengan istilah lain, surau atau musala. Mungkin, kalau sang penulis mengganti kalimatnya menjadi, “Ibadah salat boleh di musala!” maka orang yang mencerca akan mengangguk setuju sambil tersipu. Tulisan dalam kalimat itu mungkin baru akan menjadi masalah kalau ditulis seperti ini, “Ibadah salat boleh dilanggar!”
Jadi, kalimat yang memancing perdebatan itu lebih dikarenakan orang tidak teliti membaca dan mencerna. Lebih tepatnya, orang keliru memaknai aturan penggunaan kata depan.
Apa itu kata depan?
kata depan adalah kata yang merangkaikan kata-kata atau bagian kalimat yang biasanya diikuti oleh kata benda atau kata ganti.
Kata depan dapat dibagi jenisnya sebagai berikut:
- Kata depan yang menandai tempat. Misalnya di, ke, dari.
- Kata depan yang menandai waktu. Misalnya hingga, hampir.
- Kata depan yang menandai sebab. Misalnya demi, atas.
- Kata depan yang menandai arah asal, yaitu; dari.
- Kata depan yang menandai arah tujuan, yaitu; ke, kepada, akan, dan terhadap.
- Kata depan yang menandai pelaku, yaitu; oleh.
- Kata depan yang menandai alat, yaitu; dengan dan berkat.
- Kata depan yang menandai perbandingan, yaitu; daripada.
- Kata depan yang menandai hal atau masalah, yaitu; tentang dan mengenai.
- Kata depan yang menandai akibat, yaitu; hingga dan sampai.
- Kata depan yang menandai maksud dan tujuan, yaitu; untuk, buat, guna, dan bagi.
Nah, jenis kata depan yang menandai tempat (di, ke, dari) itulah yang paling sering keliru ditulis atau salah dalam penempatan.
Kita ambil contoh berikut. Kerap kali di jalan raya kita membaca iklan atau tulisan seperti ini:
“Dapatkan potongan harga disini” atau “Kamu mau kuliah kemana?”
Dalam contoh dua kalimat di atas jelas tampak adanya kekeliruan dalam penempatan atau penggunaan kata depan “di” dan “ke”. Kesalahan dalam pemakaian spasi (jarak antara huruf).
Sehingga yang benar harusnya ditulis, “Dapatkan potongan harga di sini” dan “Kamu mau kuliah ke mana?”
Oleh karena itu, dalam sebuah perusahaan penerbitan, penting keberadaan bagian editor untuk mengedit naskah sebuah tulisan yang akan diterbitkan dan dicetak menjadi sebuah buku.
Demikian pula, Grandia Publisher siap melayani para penulis yang ingin menerbitkan karya tulisnya menjadi buku. Anda akan terbantu dengan proses editing oleh redaksi Grandia Publisher yang membuat naskah Anda menjadi lebih baik.*****

Anda bisa hubungi kami di:
Jl. Taman Siswa No. 69, Wirogunan, Yogyakarta, 55281
Telp./WA: 081215923133 / 08156812478
Instagram: @grandiapublisher
Email: redaksi.grandiapublisher@gmail.com
Email: imperialprintingjogja@gmail.com
IG: @imperialdigitalprinting
TikTok: https://www.tiktok.com/@imperialdigitalprinting
FB: imperialdigitalprintingjogja
Shopee: https://shopee.co.id/imperialprinting
Tokopedia: https://www.tokopedia.com/printimperial
Lazada: https://www.lazada.co.id/shop/imperial-digital-printing
Blibli: https://www.blibli.com/brand/imperial-digital-printing
Web: https://imperial-printing.com
Artikel Terkini
3 TIPS AMPUH MENCEGAH PERCERAIAN DENGAN PELANGGAN
Bulan Mei 2021, kabar perceraian Bill Gates dan Melinda French Gates telah mengg. Selengkapnya..
Rahasia Survive Di Era Pandemi ala Komunitas Belajar Online
Analisis big data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lowongan kerja memang men. Selengkapnya..